Sunday, May 3, 2020

Cukup

Semenjak punya anak, pertimbangan saya untuk memposting sesuatu di internet jadi banyak sekali. Boro-boro nulis di blog, posting di sosmed aja mikir sejuta kali.

Entah kenapa, rasanya cemas aja, kalau membayangkan 10 atau 15 tahun lagi, anak saya akan membaca tulisan emaknya dan membatin, "Uw, cringe, ma.." 

Huhu, future-17-years Kiara, maap kalau mama nggak cool ya nak.

Beberapa parents ada yang hebat banget sama sekali nggak posting foto anak. Akutuh tapi belum bisa. Huhuhu.

Tapi emang saya nggak idealis-idealis amat perkara posting foto anak. Karena saya tuh gemass sama anak sendiri. Pengen cerita ke dunia! Apa lo apa lo. Dan kadang-kadang postingan itu semacam jadi memento dan dokumentasi natural aja. Kadang suka terhura kalo lagi liat-liat archived IG story... You grow too fast, anakku 😭

Above all, saya lebih takut anak saya baca tulisan-tulisan emaknya ya. Apapun itu. Lah diri sendiri aja suka merinding bulu kuduk baca postingan masa lalu. Makanya semua sosmed saya gembok 🤣 (DAN IYA, ANAK MASUK SD AKAN AKU GEMBOK BLOG INI HAHAHAHA)

Tapi intinya sejujurnya... Semenjak punya anak, saya merasa tidak akan pernah cukup bijak untuk hal apapun. Dulu, mungkin no pressure ya... Berpendapat apapun dan punya opini apapun. Tapi sekarang entah kenapa jadi overthinking saja, apakah anak saya akan bangga ketika baca tulisan emaknya 10 tahun lagi? Atau malah kecewa?

Saat ini saya menatap matanya dalam-dalam. Mata bulat bening yang selalu excited ala energizer bunny. Yang selalu melihat saya dengan satu ekspresi: antusias. 

Saya tahu, binar mata itu suatu saat nanti akan berubah. Ketika sekarang mama ngajarin nyanyi fals aja kamu ngeliat mama udah kayak ngeliat Adele nyanyi. Besok? Tentu tidak. Mama harus siap-siap aja kalau binar mata itu nggak abadi.

Apakah mama sudah jadi Ibu yang baik, nak?

Sulit untuk tahu hal itu.

Namun saya harap, saya selalu bisa menjadi ibu yang... cukup.

No comments:

Post a Comment